Tag

, , ,

Hallo bro sekalian..

Di malem jumat ini saya mau coba berbagi cerita horor pengalaman saya sendiri sekitar tahun 2008 akhir atau 2009 awal, saya agak lupa juga,hehe.. Pada waktu itu saya masih kuliah di Bandar Lampung, dan kost di belakang kampus, tapi berada di ujung, yang sekitarnya hanya ada beberapa rumah, sisanya tanah kosong dengan semak2 tinggi. Wilayahnya juga termasuk angker, ibaratnya tempat jin buang anak, bangunan kost-kostan saya juga agak serem, dengan pohon kelapa menjulang di depannya, hiyyyy…

Alkisah, ketika pukul 8 malam, saya diminta tolong Apri, teman satu kost untuk mengantar dari kostan ke tem-teman bis besoknya sekitar jam setengah 4 subuh, karena dia akan berangkat kerja ke suatu daerah di Lampung yang lumayan jauh, jadi harus berangkat pagi, bareng dengan PNS-PNS yang senasib,hihi.

Oh iya kostan saya bentuknya kotak dengan 3 bagian, tengah, sayap kanan dan sayap kiri. Bagian tengah terdapat 10 kamar, sayap kanan dan kiri masing-masing 4 kamar, lantai atas ada 4 kamar. Kamar saya dan pri ada di sayap kiri, kamar kami saling bersebelahan, sedangkan depan kamar adalah tembok pembatas dengan rumah tetangga. Di atas tembok suka ada suara burung ‘aneh’ kalau malam. Saya biasa parkir motor di depan kamar. Masing2 bagian ada pintunya, dan di depan masih ada pintu gerbang lagi, kanan dan kiri, tapi yang sering dibuka cuma yang gerbang sayap kanan. Di depan pintu sayap kiri banyak yang bilang ada ‘sesuatu’ disana, ada kamar lagi milik teman saya, katanya sih di dalam kamar itu suka ada yang isengin juga. FYI, yang jaga kostan saya adalah Pak Min, istrinya, dan anaknya cewe.

Malamnya saya tidur seperti biasa, baru terbangun jam setengah 4 kurang dikit, langsung cuci muka pake jaket dan helm. Kami berangkat pake mio soul lewat pintu sayap kiri yang sengaja saya biarkan terbuka sampai saya pulang nanti, kemudian keluar lewat gerbang di sayap kanan. Apri membuka gerbang tersebut dan saya minta jangan ditutup, nanti pulangnya biar saya bisa langsung ngacir masuk tanpa perlu berlama-lama buka gerbang dulu,hehehe…

Berangkatnya tidak ada gangguan apa-apa, dan saya berniat tidak akan melanjutkan tidur, saya mau main Footbal Manager (dari 2003-an saya kecanduan game ini) sampai siang. Ketika sampai gerbang depan saya mau langsung ngacir masuk, tapi setelah dipikir2 takutnya ada maling, akhirnya saya berhenti dan tutup lagi gerbangnya, lanjut gas mio sampai pintu sayap kiri yang berjarak kurang lebih 20meter. Walah pintunya udah ketutup lagi, batin saya berkata ‘ahh mungkin ketiup angin kali’, jadi saya berhenti dan turun dari motor untuk buka pintu. Setelah terbuka dan kembali ke jok motor, tiba2 ada suara wanita manggil nama saya “yopie….” seketika saya menengok ke kamar yang di depan pintu sayap kiri, ga ada cewe, terdengar lagi “yop……..yop…….” tapi dari arah ujung atas pohon kelapa, tanpa takut saya menoleh ke atas pohon,, ga ada apa2 juga di atas pohon (dalam hati berkata “wah masa bu min nangkring di atas pohon kelapa yang tinggi banget??),, brrrrrrrr mulai curiga.. Tapi saya masih berusaha santai, tidak grasak grusuk (malu ahh kalo ketauan takutnya,hihi..), saya memutar throttle gas pelan2 ke arah kamar saya yang kira2 hanya 5 meter dari pintu. Di depan kamar, motor saya standar tengah dengan mesin dan lampu sengaja saya biarkan menyala.

ilustrasi

gambar ilustrasi

Tiba2 ada suara panggilan nama saya lagi, “yopieeee……..”, kali ini dari seberang atas tembok, berarti atap rumah tetangga,, wuahhhhh somprettt!!!!!! saya mulai buru2 buka kunci kamar, matikan motor dan gembok motor, kemudian masuk dan pintu saya tutup kembali dengan kencang, lalu saya kunci. Buka jaket dan helm, langsung lompat kasur dan tarik selimut sampai menutupi wajah saya,, saya merinding ketakutan. Takutnya doi ngikut masuk kamar dan menampakkan diri,hiyyyyy serem dah, amit2.. Beberapa menit saya tutupi wajah saya dengan selimut tersebut.

Setelah hati mulai tenang, saya iseng online di jejaring sosial, menulis kejadian yang saya alami. Komentar pertama datang dari bro Apri, dia menyebut nama seorang wanita yang memang sering diceritakan anak2 kostan suka ‘iseng’ di depan pintu sayap kiri,, Apri bilang “dia tuh mau kenalan yop”, jujur saja, komentar itu semakin membuat saya takut dan berfikir mungkin benar kata apri, karena apri memang sudah lama dan mungkin saja dia pernah mengalami hal serupa. Komentar kedua membuat saya sedikit tenang, teman saya Ferdi yang juga cucu dari pemilik kostan bilang “tenang aja yop, dia ga akan ganggu, cuma iseng gitu2 aja kok..”

fiuhhhhh saya bertahan di kasur sampai matahari terbit. Niat awal untuk nggame batal sudah. Energi saya sudah lumayan terkuras karena ketakutan. Akhirnya saya malah mengantuk dan tidur,hehe.. Alhamdulillah ‘sicentil’ tidak menampakkan diri, entah apa yang akan saya lakukan seandainya dia menampakkan dirinya, denger suaranya aja udah ngeri, untung juga dia ga ketawa cekikikan.

hmm mungkin pengalaman saya tidak ada apa-apanya dibandingkan pengalaman anda sekalian, tapi cukuplah pengalaman diganggu hal gaib sekali ini saja, jangan terulang lagi, apalagi lebih horor dari ini. Menceritakan pengalaman ini saja sudah membuat bulu kuduk saya merinding, Astaghfirullahaladzim..